Thursday, October 24, 2013

Cara Mudah Mengajarkan Matematika pada Anak


Anak-anak membutuhkan banyak pengalaman terhadap konsep matematika yang mereka pelajari di sekolah. Pengalaman yang banyak akan mengembangkan keterampilan matematika pada anak ketika mereka duduk di bangku SD. Orang tua bisa membantu mengajarkan ide-ide memecahkan masalah yang akan membantu anak dalam bernalar. Bantuan orang tua di rumah juga dapat meningkatkan keterampilan anak dalam memecahkan soal matematika.

Mengapa anak tidak menyukai matematika?
Ketidaksukaan anak pada matematika dapat mengakibatkan anak menjadi berkesulitan belajar matematika pada tingkat selanjutnya. Selanjutnya matematika akan menjadi pelajaran yang "menakutkan" bagi mereka.

Mengapa ini bisa terjadi?
Kemungkinannya adalah:
  1. Metode pengajaran yang tidak konsisten. 
  2. Pengajaran di kelas tidak memperhatikan perbedaan individual anak, bahwa tiap anak mempunyai kecepatan belajar yang berbeda.
  3. Guru mengajar matematika, yang merupakan bidang yang mungkin tidak mereka kuasai dan atau mereka sukai sebelumnya. Misalnya lulusan pendidikan agama pada akhirnya ketika mengajar di tingkat sekolah dasar diharuskan mengajar hampir semua bidang studi termasuk di dalamnya pelajaran matematika.
Kasus lapangan yang saya temui selama 23 tahun mengajar, (ditinjau dari sudut pandang anak) penyebab anak menjadi berkesulitan belajar matematika adalah:
  1. Anak kurang menguasai hitungan operasional SD (tambah, kurang, kali, bagi, dan pecahan)
  2. Kemampuan berbahasa anak rendah sehingga anak tidak cepat memahami apa yang dikatakan guru, arti kata dalam soal.
  3. Anak tidak menyukai gaya mengajar guru.
  4. Anak tidak paham/ tidak tahu cara menggunakan rumus.
  5. Guru terlalu memaksakan satu cara yang dipahaminya, sehingga anak cenderung menghafal cara yang diajarkan guru. 
  6. Guru terjebak untuk menyukai cara cepat sehingga nalar anak tidak terkembangkan.

Pola pengajaran yang lebih menekankan pada kecepatan berhitung juga dapat mengakibatkan anak tidak menyukai matematika pada tingkat awal. Hal ini akan menyebabkan akibat yang berkelanjutan.

Padahal kecepatan berhitung hanya bagian kecil dari matematika. dalam faktanya, banyak matematikawan tidak memiliki kemampuan cepat berhitung. Itu salah satu bukti bahwa pintar matematika tidak identik dengan kecepatan berhitung.
Guru harus menyadari bahwa otak manusia itu sangat plastis, apalagi otak anak-anak. Kemampuan kognitif mereka dapat berkembang pesat. Guru juga harus menyadari bahwa kapasitas otak manusia itu luar biasa. Fisiologi otak manusia di belahan bumi manapun sama.

Fisiologi anak-anak kita sama dengan fisiologo otak Albert Einstein maupun Habibie. Itu artinya hampir semua anak berpotensi untuk bisa menjadi Habibie-Habibie selanjutnya.
Prof. Harumi dalam buku "Strategi Pembelajaran, 2012" menyatakan bahwa "setiap anak mempunyai peluang yang besar untuk jadi anak pintar" mengingat kesamaan fisiologi otak manusia tersebut.

Maka sangat penting untuk selalu membangkitkan rasa percaya diri anak bahwa dirinya adalah anak pintar dengan ditunjukkan kelebihan yang dimiliki anak. Prof. Nasution, M.A. dalam bukunya "Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar, 2000" menyatakan "95% anak dapat dibimbing untuk mencapai penguasaan penuh terhadap suatu materi pelajaran jika diberi cukup waktu untuk memahaminya". Sebuah penelitian menyatakan "anak yang diekspektasi baik oleh guru cenderung memiliki prestasi yang lebih baik, dan begitu pula sebaliknya" (Covington & Berry, "Effective Teaching", 1976).
Uraian di atas saya jadikan modalitas ketika saya pertama kali bertemu dengan seorang anak dengan nilai matematika yang sangat rendah.
Nah, sebelum saya melanjutkan bagaimana saya mengajarkan matematika pada anak SD, mari kita lihat apa yang saya lakukan ketika saya mengajar matematika anak SMP.
Kali ini tema-nya adalah bagaimana mengajarkan juring dan tembereng pada anak kelas VIII SMP.

Langkah apa saja yang saya lakukan?
  1. Kenalkan apa itu juring dan apa itu tembereng
  2. Terangkan apa hubungan juring dan luas lingkaran.
    • ingatkan kembali bagaimana rumus luas lingkaran
    • dan terangkan apa itu luas juring
  3.  Berikan contoh soal agar murid tahu materi apa yang harus mereka kuasai terlebih dahulu
    • disini anak akan menyadari bahwa materi pecahan SD sangat penting sehingga mereka dapat menghitung dengan benar
    • ajarkan cara menyederhanakan pecahan
    • saat menghitung pecahan ini, akan terlihat beberapa anak ternyata belum menguasai keterampilan berhitung pembagian
      • ajari anak cara membagi dengan benar (pembagian SD)
      • dan berikan soal latihan sehingga kita benar-benar yakin bahwa anak-anak sudah bisa membagi dengan tepat
    • ajarkan perkalian pecahan
    • ajarkan perkalian desimal
  4. Beri anak gambar lingkaran dengan jari-jarinya, maka anak akan dapat menghitung luas dan keliling lingkaran secara mandiri. Mengapa bisa demikian? Karena anak sudah melewati tahap 1, 2, dan 3.
  5. Setelah itu, ulangi sekali lagi hubungan antara juring dan luas lingkaran, sertakan beserta rumusnya.
  6. Maka ketika guru memberikan gambar lingkaran, jari-jari, dan sudut pusat, anak akan langsung dapat mengerjakan luas juring secara mandiri.

Apa Pentingnya Mengulang Materi?
Karena pada dasarnya mengenalkan konsep pada anak mulai dari yang sederhana dan anak bisa akan menumbuhkan motivasi bagi anak bahwa anak merasa bisa mengerjakan matematika secara mandiri. Hal ini akan menimbulkan kebanggaan pada diri anak bahwa ternyata "saya bisa dan saya pintar!". Matematika itu mempunyai struktur dan tahap yang jelas. Setiap tahap pada tingkat di bawah akan menjadi dasar bagi tingkat selanjutnya. Untuk anak dengan IQ rata-rata, tiap tahap ini harus dipahami betul oleh anak untuk menjadi modal memahami materi tingkat selanjutnya. Maka ketika matematika diajarkan secara bertahap sesuai tingkat kebisaan anak, target kurikulum justru akan terlampaui karena proses belajar mengajar berjalan sangat efektif.
Note:
Bapak dan Ibu pasti menginginkan guru pendamping belajar matematika setara saya. Saya sangat mudah ditemui dan bisa mendampingi belajar putra/putri anda secara mandiri. Yaitu melalui buku "Ringkasan Matematika SD, panduan lengkap dan praktis" yang saya tulis.
Sudah diakui oleh ITB sebagai buku yang layak untuk disebarkan ke seluruh Indonesia, melalui ITB88 Peduli Pendidikan.
Ayo, hubungi saya melalui inbox Facebook "Koeshartati Saptorini". 
Berikut salah satu testimoni salah satu orang tua yang sudah membeli buku ini.
Buku itu diperuntukkan untuk anak kelas 2, 3, 4, 5, 6 SD dalam satu buku. Penyajiannya sangat bertahap. Dan sudah dipercaya oleh ITB'88 untuk disebarkan bagi guru-guru di seluruh Indonesia.

Harga bukunya 65 ribu. Banyak guru privat dari berbagai universitas menggunakan buku ini sebagai panduan mereka mengajar matematika. Beberapa kawan saya dari jurusan matematika ITB juga menggunakan buku ini sebagai panduan ketika mereka mengajar matematika pada anak-anak.

Wednesday, June 19, 2013

ITB 88 Peduli Pendidikan : "Matematikan Itu Menyenangkan"




Portalbandung.com-Alumni ITB angkatan 1988 mengadakan pelatihan matematika untuk guru SD/MI di beberapa daerah di Indonesia. Pelatihan matematika ini akan mencakup 2.588 guru SD/MI. Menurut Meita Mardiaty selaku Ketua Panitia Reuni 25 Tahun ITB 88, kegiatan ini menjadi salah satu dari sekian rangkaian acara Reuni 25 Tahun ITB 88 dan sebagai bakti alumni ITB 88 untuk Indonesia. ‘’kami ingin matematika menjadi sebuah pelajaran yang menarik dan tidak menakutkan,’’ujarnya.
Pelatihan matematika ini menjadi salah satu pilihan alumni ITB 88 karena berdasarkan pengalaman banyak sekali masalah yang timbul  dalam cara pengajaran matematika. Karena alumni ITB 88 merasa perlu memberikan pelatihan untuk guru SD/MI ini agar dengan penyampaian dan cara pengajaran yang tepat membuat matematika itu menjadi pelajaran yang menyenangkan bagi murid-muridnya
Menurut Sari Wahjuni selaku Ketua Solidaritas ITB 88, semua dana untuk penyelenggaraan pelatihan ini didapat dari sumbangan alumni ITB 88. Pengajar dalam pelatihan ini pun seorang lulusan Teknik Lingkungan yang memiliki skill sangat baik dalam mengajarkan matematika. Ir. Koeshartati Saptorini atau yang akrab di panggil Rini memiliki keahlian untuk menjadikan matematika sebagai sebuah pelajaran yang tidak menakutkan. Dan dari tangan dia, banyak anak didiknya yang mendapatkan angka yang sangat fantastis dalam pelajaran matematika. Setelah acara Pelatihan Matematika pertama yang diadakan pada tanggal 02 Februari 2013, Panitia Reuni 25 Tahun ITB 88 mendapatkan banyak permintaan untuk mengadakan pelatihan serupa di beberapa kota di wilayah Indonesia, sehingga Panitia mengadakan Road Show ITB 88 Peduli Pendidikan dengan mengadakan Pelatihan Matematika oleh Rini (TL) untuk Guru SD/MI.
Untuk Road Show pertama akan diadakan pada : Sabtu, 09 Maret 2013, Pukul : 09.00 - 15.00 WIB di MI Terpadu Al-Ghozali Jl. Pasir Madur No. 1 Desa Mekar Laksana, Kec. Ciparay Kab. Bandung. Pelatihan Matematika ini akan di ikuti oleh 200 Guru se Kabupaten Bandung.
Untuk Roadshow ITB 88 Peduli Pendidikan selanjutnya adalah:
1.  20 April 2013 di Pekanbaru
2.  18 Mei 2013 di Banjarmasin
3.  19 Mei 2013 di Balikpapan
4.  28 Mei 2013 di Makasar
5.  30 Mei 2013 di Menado
6.  Mei – Juni 2013 di Medan dan Palembang
7.  Juni 2013 di Jawa Timur

Tidak Ada yang Bodoh, Hanya Kurang Percaya Diri



Posted by: mediakalla in Educare, News

MediaKALLA.Com – Semua anak yang lahir di dunia ini memiliki kecerdasan. Tidak ada yang bodoh, hanya saja mungkin diperlukan kesabaran dan teknik jitu dalam menstimulasi pikirannya sehingga kecerdasan tersebut muncul.
Saya tegaskan bahwa tidak ada anak yang bodoh, mungkin hanya kurang percaya diri. ” Kepercayaan diri inilah yang mesti dibangkitkan, ” kata Ir Koeshartati Saptorini, salah seorang pengajar serta penulisan buku matematika dan sains.
Dihadapan 131 peserta pelatihan matematika untuk guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Sederajat, dirinya menjelaskan bahwa ada banyal cara yang bisa dilakukan guru untuk meningkatkan rasa percaya diri anak diantaranya, tempatkan si anak di deretan paling depan, sering-sering memberi perhatian. ” Salah satu trik yang paling jitu adalah memberikan pujian kepadanya. Anak yang bodoh jangan malah dimaki, puji mereka untuk meningkatkan percaya dirinya, ” katanya.
Di samping itu, beri mereka kesempatan untuk tampil di depan kelas mengerjakan soal. ” Salah benar bukan masalah, yang penting bagaimana mereka berani dulu tampil di depan orang banyak, ” ujar perempuan yang akrab disapa Rini ini.
Khusus untuk bidang studi Matematika yang banyak menjadi permasalahan bagi anak, alumni Teknik Lingkungan ITB ini menekankan agar para guru lebih dulu meningkatkan kemampuan murid dalam berhitung (kali, bagi, tambah, kurang dan pecahan), jika sudah dikuasai mulai dikembangkan ke soal cerita. ” Cara ini sudah saya lakukan puluhan tahun dan hasilnya memuaskan, ” ucap Rini.
Dalam belajar, lanjut Rini, ada baiknya orang tua ikut mendampingi. Hal ini penting agar hubungan emosional bisa terjalin kuat. ” Bisa juga menggunakan tutorial sebaya, cara ini juga sangat efektif karena memberikan pengalaman sosial pada anak dan dapat mengurangi sifat egosentris kepada anak, ” bebernya.
Kegiatan yang digelar di Auditorium Sekolah Islam Athirah, Jl Kajolaliddo no 22 Makassar ini, merupakan kerjasama Yayasan Kalla dan Smart FM Makassar, juga didikung oleh Solidaritas ITB 88.

Sumber: http://www.mediakalla.com/tidak-ada-yang-bodoh-hanya-kurang-percaya-diri/

Monday, March 11, 2013

Menebar Virus Matematika Itu Mudah pada 2588 Guru

Menebar Virus Matematika Itu Mudah pada 2588 Guru

Bandung (GATRANEWS) - Matematika sudah lama menjadi momok bagi para pelajar. Dari waktu ke waktu selalu begitu. Menurut praktisi pelatihan Matematik, Koeshartati Saptorini, banyak penyebab matematika tidak disukai bahkan ditakuti anak-anak. Diantaranya metode pembelajaran yang cenderung menekankan pada hapalan atau kecepatan berhitung. "Contohnya mencongak yang membuat otak anak-anak cepat lelah," kata Rini, Insinyur Tehnik Lingkungan ITB yang banting setir menjadi pelatih matematika untuk anak-anak.


"Harus ada metode baru, yang menanamkan kesan pada anak-anak bahwa matematika itu mudah," tambah Rini di sela pelatihan pada guru-guru Sekolah dasar, Sabtu, 9 maret lalu di Madrasah Terpadu Al-Ghozali, Desa Mekar Laksana,  Ciparay, Bandung.

Menurut Rini, guru memegang peran penting dalam menciptakan iklim "matematika itu mudah". Guru harus menguasai prinsip belajar, menguasai materi ajar, mempersiapkan materi yang akan diajarkan, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Selain itu, lanjut Rini, guru harus memiliki motivasi tinggi dan disiplin.

Seorang guru Matematika dari Madrasah Al-Ghozali, Azhar Muhammad, mengakui metode belajar selama ini membuat siswa jenuh dan menakui pelajaran matematika. "Metode yang diajarkan Ibu Rini lebih sederhana dan mudah dimengerti," kata Azhar.

Pelatihan gratis itu diikuti 200 guru se-Kabupaten Bandung. "Ini merupakan bagian dari bakti Solidaritas alumni ITB 88 untuk Indonesia," kata Sari wahjuni, ketua ikatan alumni ITB 1988.

Pelatihan matematika dipilih karena, menurut Sari Wahyuni, berdasar sebuah survey, Indonesia berada pada rangking ke empat terbawah di dunia soal pelajaran matematika. 

Karena itu pelatihan tidak berhenti di Ciparay. Kegiatan dalam rangka Reuni ke 25 alumni ITB angkatan 88 ini, akan dilaksanakan di beberapa kota lain. "Kami targetkan 2588 guru akan ikut pelatihan ini, hingga 31 Agustus 2013," kata Meita Mardiaty ketua reuni 25 tahun ITB 88. Kota berikutnya yang akan melakukan pelatihan antara lain: Pekanbaru, Banjarmasin, Balikpapan, Palembang dan Medan.

"Semua dana untuk penyelanggaraan pelatihan ini merupakan sumbangan alumni ITB," kata Meita. Walaupun pelatihan itu gratis, namun tentu panitia tidak menanggung transportasi para guru. "Sangat mengharukan, karena ada seorang guru yang sampai menjual durian untuk bisa mengikuti acara pelatihan ini," ujar Meita. (DH)

Sumber:
http://www.gatra.com/budaya/apresiasi/25960-menebar-virus-matematika-itu-mudah-pada-2588-guru.html

Mengajar Bangun Ruang Sisi Datar 2 SMP

Setelah saya ajarkan ciri-ciri bangun ruang sisi datar, bagaimana menghitung panjang diagonal, luas bidang diagonal, luas permukaan, volume, dan perbedaan limas prisma. Saya biasanya mengajarkan soal cerita hitungan dengan tingkat kesulitan yang dibuat bertahap.

Untuk anak-anak tertentu yang "sudah jadi" saya ajar. Mereka biasanya sudah belajar bersama saya > 2 tahun, biasanya mereka dikenal pintar matematika di sekolahnya. (Sering mendapat nilai ulangan harian 9 dan 10 di sekolahnya). Mereka langsung saya ajarkan soal cerita yang membutuhkan penalaran yang cukup sulit dibanding sekolahnya.
Saya tidak langsung memberi tahu jawabannya. Yang saya beritahu hanya "klu-nya saja" jika mereka sudah mulai menyerah untuk mengerjakan sendiri. Biasanya kalau diberi "klu" mereka akan mengerjakannya dengan benar.
Kemudian saya cocokkan dengan jawaban yang sudah saya siapkan untuk memperbaiki struktur berpikir anak-anak. Agar mereka lebih tahu bagaimana alur berpikir secara efektif dalam memecahkan soal matematika.

Soal di bawah ini adalah soal yang masih dianggap mudah oleh murid-murid saya (Jasmine, Fadhil, Gamal, etc)

Advanced Trigonometry IB


About Me

My photo
Saya, lulusan ITB, yang telah mengajar matematika SD hingga SMA selama lebih dari 20 tahun. (Dari tahun 1990 hingga sekarang).
Saya sangat menikmati dunia mengajar.
Saya juga mengajar anak SMA kelas Internasional hingga mereka bisa mengerti materi A Level matematika, fisika, dan kimia dengan lebih mudah.
Dalam mengembangkan materi pelajaran, saya mempunyai tenaga ahli, jurusan teknik fisika - ITB (S-1) dan teknik informatika - ITB (S-2).
Saat ini saya juga aktif memberi pelatihan "Bagaimana Mengajar Matematika Secara Mudah dan Menyenangkan" bagi guru-guru SD di Indonesia. Kegiatan ini dimotori oleh ITB88 Peduli Pendidikan.
Hubungi saya di:
facebook "Koeshartati Saptorini" https://www.facebook.com/rini.ks.5