Thursday, May 15, 2014

Tidak Akan Ada Lagi Anak yang Berkesulitan Belajar Matematika

Jika guru menguasai materi yang diajarkan niscaya dia akan mampu merangkum matematika ke dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Itulah hakekat metode mengajar yang bermutu. (Prof. Nasution, M.A.)
Kali ini saya akan sharing pengalaman mengajarkan tembereng dan luas permukaan pada anak-anak. Banyak murid yang datang ke tempat saya awalnya adalah anak yang tidak menyukai pelajaran matematika dan mendapat ranking 10 besar dari bawah. Padahal mereka bukanlah anak yang bodoh. Banyak diantara mereka yang mempunyai IQ > 120 (sangat tinggi). Mengapa bisa demikian? Rata-rata mereka menjawab, "Tidak mengerti apa yang diterangkan guru di sekolah."

Banyak faktor penyebabnya. Salah satu diantaranya adalah guru langsung menerangkan materi sesuai dengan muatan kurikulum. Kita sering lupa bahwa mengajarkan matematika harus dimulai dari tingkat kebisaan anak sekaligus mengetahui dari mana anak mengalami kesulitan.
Banyak anak kelas 2 SMP yang masih belum lancar mengerjakan soal perkalian pecahan. Maka pelajaran harus dimulai dengan perkalian pecahan ini. Bahkan ada yang lebih ekstrim, dimana sebagian besar murid di suatu sekolah belum hafal perkalian satuan padahal itu di kelas 2 SMP. Tugas guru mencarikan penyelesaian solutif, bukan lantas menyalahkan anak-anak maupun menyalahkan guru SD yang sebelumnya mengajar mereka.
Intinya kalau anak-anak belum hafal perkalian satuan, ya suruh anak menghafal perkalian satuan itu. Ajarkan bagaimana mengerjakan perkalian puluhan dan satuan, perkalian ratusan dan puluhan, pembagian ribuan dengan satuan, pembagian ribuhan dengan puluhan, dan selanjutnya baru diajarkan pecahan untuk mengulang materi SD.

Nah, kali ini saya akan menerangkan bagaimana mengajar atau membuat anak-anak bisa mengerjakan soal temberang secara mandiri. (Dengan anggapan, 90% anak yang ada di kelas sudah menguasai materi kali, bagi, dan pecahan).
Materi saya mulai dengan pecahan, agar anak-anak merasakan bahwa "matematika itu ternyata mudah"

Bagaimana menjelaskan soal berikut ini pada anak-anak?
 Sumber soal: free exam papers

1. Minta anak mengerjakan perkalian pecahan di bawah ini.
Agar kita yakin bahwa semua anak bisa mengerjakannya, beri satu contoh soal perkalian pecahan yang setipe. Maka anak kelas 2 SMP akan senyum-senyum ketika kita menyuruh mengerjakannya. Dan mereka berkomentar, "Ala..., mudah!
  
2. Selanjutnya terangkan apa itu luas lingkaran (mengulang pelajaran SD). Dan minta anak mengerjakan soal di bawah ini. Anak pun akan merasa "mudah dalam mengerjakan soal matematika di bawah ini"!
 
 3. Terangkan apa itu 1/4, 2/4, dan 3/4 lingkaran. Kalau gambarnya 1/4 lingkaran, terangkan bahwa menghitung luasnya = 1/4 x luas lingkaran.
 
Ketika mengerjakan bagian segitiga yang diarsir, anak tidak akan menyadari bahwa dia dituntun untuk dapat mengerjakan soal tembereng secara mandiri. 
Biasanya mereka akan bertanya untuk meyakinkan pemahaman mereka, "Berarti luas arsir gambar di bawah ini adalah luas seperempat lingkaran dikurangi luas segitiga ya Bu?"
 
Saya pun mengiyakan dan menunda untuk mengatakan bahwa itu adalah tembereng.

4. Setelah anak-anak selesai mengerjakan soal di atas, baru kita ajarkan apa itu tembereng.
 

5. Nah setelah itu, minta anak mengerjakan soal di bawah ini. Namun tetap saja ada anak yang menanyakan soal kedua, "Bu, luas daun = dua kali luas tembereng ya?". Kita jawab saja secara simpel, "Iya!". Untuk menambah keyakinan murid bahwa penemuan dia benar adanya. Hal ini akan menambah rasa percaya diri pada murid bahwa dia bisa mengerjakan sesuatu tanpa diajari guru. Jika cara pengajaran ini dilakukan secara kontinu, maka akan tertanam pada benak anak bahwa matematika itu mudah dan menyenangkan. Untuk selanjutnya murid akan bisa lebih mandiri mempelajari sesuatu yang baru (matematika) jika sudah tertanam kecintaan mereka pada matematika. "Ternyata matematika itu mudah dan menyenangkan".



Bagaimana menghadapi anak yang selalu saja sulit mengerti?

Padahal segala upaya sudah kita terangkan buat mereka? Bahkan kita kadang mengorbankan waktu istirahat untuk mengajarkan kembali (remedial) bagi anak-anak yang sulit mengerti.
Anak-anak yang sulit memahami materi yang kita ajarkan juga butuh istirahat. Begitu juga kita sebagai guru, juga butuh istirahat agar kita kembali "fresh" ketika harus mengajar lagi di dalam kelas.
Lantas bagaimana strateginya?
Banyak penelitian menyatakan bahwa pengajaran matematika akan efektif jika dilakukan dalam 3 hal (tiga-tiganya kudu dilakukan), yaitu:
1. Pengajaran yang bertahap
2. Tutorial teman sebaya
3. Belajar kelompok
Poin nomor 2 dan 3 sangat berguna untuk menajamkan pemahaman murid yang sudah mengerti dan membuat anak yang belum mengerti menjadi mudah mengerti. Ada sebagian anak lebih mampu menyerap bahasa anak-anak (keterangan teman sebaya) daripada keterangan gurunya.
Untuk anak yang cepat mengerti, kita tanamkan rasa empati dan berbagi pada diri mereka. Bahwa ada temannya yang kondisinya berbeda yang perlu kita bantu. Jika mereka enggan memberi bantuan (menerangkan hal yang sudah dia kuasai ke teman lain), katakan pada mereka, "Ini kesempatan kalian untuk belajar mengkomunikasikan apa yang ada di pikiran kalian kepada orang lain. Kemampuan komunikasi ini sangat penting jika kelak kalian jadi presiden. menteri, direktur, dll. Bahkan jadi penjaga toko pun harus pandai mengkomunikasikan kegunaan suatu barang yang akan dijualnya. dll".
Dengan penanaman nilai ini anak-anak pun akan dengan senang hati berbagi dengan temannya.

Note:
Bapak dan Ibu pasti menginginkan guru pendamping belajar matematika setara saya. Saya sangat mudah ditemui dan bisa mendampingi belajar putra/putri anda secara mandiri. Yaitu melalui buku "Ringkasan Matematika SD, panduan lengkap dan praktis" yang saya tulis. 

Buku ini awalnya saya buat untuk membantu murid-murid saya yang 80% berkesulitan belajar matematika. Penyajiannya sangat bertahap, sehingga hampir semua murid saya bisa belajar mandiri dengan menggunakan buku ini. Dan hasilnya adalah 95% murid saya semuanya mendapatkan nilai UN matematika mendekati sempurna; 95 - 100.
Buku ini sudah diakui oleh ITB88 sebagai buku yang layak untuk disebarkan ke seluruh Indonesia, melalui ITB88 Peduli Pendidikan.

hubungi saya melalui inbox Facebook "Koeshartati Saptorini". 
Berikut salah satu testimoni salah satu orang tua yang sudah membeli buku ini.

Para orang tua sangat cocok menggunakan buku ini untuk mendidik dan mengajar sendiri pelajaran matematika pada putra putrinya.
Coba saja pesan bukunya. Garansi uang kembali.

Buku itu diperuntukkan untuk anak kelas 2, 3, 4, 5, 6 SD dalam satu buku. Penyajiannya sangat bertahap. Dan sudah dipercaya oleh ITB'88 untuk disebarkan bagi guru-guru di seluruh Indonesia.

Harga bukunya 65 ribu. Banyak guru privat dari berbagai universitas menggunakan buku ini sebagai panduan mereka mengajar matematika. Beberapa kawan saya dari jurusan matematika ITB juga menggunakan buku ini sebagai panduan ketika mereka mengajar matematika pada anak-anak.



1 comment:

Sentulcity, repair & sale computer said...

Dengan hormat,
Mohon dibantu tempat penjualannya karena di gramedia bogor saya belum mendapatkan.
Terima kasih

About Me

My photo
Saya, lulusan ITB, yang telah mengajar matematika SD hingga SMA selama lebih dari 20 tahun. (Dari tahun 1990 hingga sekarang).
Saya sangat menikmati dunia mengajar.
Saya juga mengajar anak SMA kelas Internasional hingga mereka bisa mengerti materi A Level matematika, fisika, dan kimia dengan lebih mudah.
Dalam mengembangkan materi pelajaran, saya mempunyai tenaga ahli, jurusan teknik fisika - ITB (S-1) dan teknik informatika - ITB (S-2).
Saat ini saya juga aktif memberi pelatihan "Bagaimana Mengajar Matematika Secara Mudah dan Menyenangkan" bagi guru-guru SD di Indonesia. Kegiatan ini dimotori oleh ITB88 Peduli Pendidikan.
Hubungi saya di:
facebook "Koeshartati Saptorini" https://www.facebook.com/rini.ks.5